Keuntungan Berinvestasi Menggunakan Aplikasi Investasi

 

Banyak sekali jenis investasi yang telah dikenal masyarakat, misalnya kurs mata uang asing, investasi tanah, investasi properti, emas, saham, dan lain sebagainya. Saat ini, berinvestasi tidak hanya bisa dilakukan dengan cara konvensional. Proses investasi telah berkembang dengan penggunaan teknologi dalam bidang finansial atau yang dikenal dengan istilah fintech (financial technology). Investasi dalam aplikasi fintech bisa dilakukan dengan metode P2P lending (peer to peer lending), yakni proses pinjam meminjam antara satu pihak pemilik dana (investor) dengan pihak peminjam yang dipertemukan melalui sebuah aplikasi digital. Semua proses investasi pada aplikasi P2P lending berlangsung secara online, sehingga mudah dan prosesnya relatif cepat.

 

Investasi dengan menggunakan aplikasi P2P lending memiliki keuntungan mendapat suku bunga dari uang yang kita pinjamkan, hingga 30%. Besaran suku bunga tergantung resiko peminjam dan ketentuan lembaga penyedia layanan p2p selaku platform investasi. Dengan berinvestasi melalui aplikasi p2p lending, kamu sudah bisa mendapatkan manfaat dari uang yang diangsur oleh peminjam setiap bulannya. Total suku bunga yang dikenakan pada peminjam adalah total suku bunga selama setahun atau selama masa angsuran hingga 50 minggu.

 

Kamu bisa menghitung perkiraan keuntungan yang kamu dapatkan dengan pendekatan Machine Learning, yaitu mesin hitung digital yang menghitung besaran keuntungan yang kamu dapatkan dengan cara membandingkan besaran investasi kamu dengan golongan resiko peminjam. Golongan resiko peminjam ini terbagi ke dalam golongan A, yakni peminjam dengan resiko paling kecil, hingga golongan E yakni peminjam dengan resiko pinjaman paling besar. Perlu diingat bahwa semakin besar resiko pinjamannya, maka semakin besar pula suku bunga yang bisa kamu terapkan dan semakin besar pula keuntungan yang kamu dapatkan. Namun sebanding dengan keuntungan, kamu juga harus bersiap akan resiko yang dimiliki.

 

Untuk meminimalisir resiko, kamu perlu menganalisa kelayakan kredit calon peminjam terlebih dahulu. Melalui data yang diunggah calon peminjam, kamu bisa menelaah track record keuangannya, status badan usaha yang dimiliki, tagihan rumah tangga, hingga profil pribadi calon peminjam seperti latar belakang pendidikan. Pastikan kamu menganalisa dengan hati-hati, karena kepada mereka lah uangmu akan berpindah sementara. Namun ada juga aplikasi yang menyediakan fitur saring calon peminjam, dimana data-data calon peminjam akan dianalisa oleh pihak penyedia layanan p2p lending sebelum diteruskan kepada pemilik modal (investor).

 

Cara kerja platform P2P lending ini sama dengan cara kerja e-commerce atau marketplace, dimana para investor dan calon peminjam bisa saling bertemu secara virtual. Dengan sistem ini, kamu akan mudah menggunakannya karena user interface nya mudah dikenali dan dioperasikan. Proses pinjaman baru akan berlangsung ketika kamu sudah menerima permintaan pinjaman dari pihak peminjam, setelah itu kamu bisa menerapkan suku bunga dari pinjaman yang kamu berikan.

 

Berinvestasi melalui aplikasi investasi P2P lending ini tidak hanya memberikan manfaat untuk diri sendiri, tetapi juga memiliki manfaat sosial karena kamu ikut memberikan pendanaan kepada pihak yang membutuhkan. Beberapa aplikasi P2P lending bahkan berfokus pada pengembangan UMKM dan pendanaan pihak-pihak peminjam yang tidak bisa mendapat akses pinjaman ke bank konvensional (unbankable). Pinjaman yang disalurkan melalui aplikasi P2P lending digunakan untuk macam-macam pembiayaan, misalnya pembiayaan tagihan perusahaan, hingga pembiayaan pendidikan dan kesehatan. Pastikan kamu memilih aplikasi berinvestasi yang memberikan asuransi ketika terjadi keterlambatan bayar dari peminjam agar investasimu aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *